Jumat, 23 Mei 2014

Tentang RR dan The Trees and The Wild

Pada suatu siang yang lowong ditemani laptop butut dengan koneksi yang masyallah lambatnya, saya bertemu dengan seseorang di dunia maya. Di sudut sunyi tanpa hiruk pikuk pemirsa fb dan laman sejenisnya yang tengah sibuk membicarakan siapa pendamping jokowow di bursa transfer presiden yang akan memantati seluruh warga negara, saya bertemu dengan RR. Siapa dia? Saya juga tidak mengenalnya. Saya hanya tertarik dengan selera musiknya, saya bertanya dan ia menjawab. Saat dia bertanya saya menjawab. Seperti itulah hubungan pertemanan yang berjalan satu jam ini.

Ia menyodorkan satu band, indie katanya dari Bandung. Tak ada salahnya mencoba, saya pun mencari ‘The Trees and The Wild’ di google. Selang beberapa detik saya menemukannya di soundcloud. Tanpa pikir panjang soal koneksi dan kuota yang lagi cekak, saya download satu lagu, judulnya ‘malino’. Memang prinsip jurnalistik yaitu proximitas selalu benar adanya. Saya memilih judul karena sama dengan nama daerah wisata gunung yang tak jauh dari Makassar dan tentu saja karena saya pernah ke sana. Tak ada kenangan buruk di tempat itu, jadi saya akan ingat.

Balik lagi ke soal lagu. Setelah menunggu sambil masak mie, bersih-bersih kamar, cuci baju, menolong tetangga yang cantik nan seksi membuang sampah, akhirnya donlotan yang tak sampai 4 mb itu selesai juga. Saya langsung putar, kebetulan speaker butut dengan denguangan bass yang ciamik sudah terhubung dengan lappy.

Intronya sungguh menggoda, petikan gitar yang jernih dan menjanjikan, dalam hati saya menggerutu riang. Saat suara vocal masuk saya sedikit kecewa, kedengarannya mirip dengan gaya bernyanyinya si band sok keren Alexa. Hehehe.

Ah…saya jatuh cinta dengan lagu ini. Membuat hayalan bisa ke mana-mana. Saat mendengarkan, saya berbagi dengan RR betapa nyamannya mendengar lagu ini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih telah karena ia telah mengenalkan saya dengan band ini. RR bilang dia hanya suka band dengan konsep akustik, saya tak mengerti soal genre dan bukan tak punya banyak kata tentang jagad musik.

RR dari Toraja, ia sedang kuliah saat ini dan senang membaca.  Koneksi terputus, dan berpisahlah kami. Tak tau bagaimana cara menghubunginya lagi. Sejam yang menyenangkan, pikirku.

Saya kemudian mengkhayal ditemani bisikan di telinga suara “mari rasuk- mari rasuk”…..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 23 Mei 2014

Tentang RR dan The Trees and The Wild

Pada suatu siang yang lowong ditemani laptop butut dengan koneksi yang masyallah lambatnya, saya bertemu dengan seseorang di dunia maya. Di sudut sunyi tanpa hiruk pikuk pemirsa fb dan laman sejenisnya yang tengah sibuk membicarakan siapa pendamping jokowow di bursa transfer presiden yang akan memantati seluruh warga negara, saya bertemu dengan RR. Siapa dia? Saya juga tidak mengenalnya. Saya hanya tertarik dengan selera musiknya, saya bertanya dan ia menjawab. Saat dia bertanya saya menjawab. Seperti itulah hubungan pertemanan yang berjalan satu jam ini.

Ia menyodorkan satu band, indie katanya dari Bandung. Tak ada salahnya mencoba, saya pun mencari ‘The Trees and The Wild’ di google. Selang beberapa detik saya menemukannya di soundcloud. Tanpa pikir panjang soal koneksi dan kuota yang lagi cekak, saya download satu lagu, judulnya ‘malino’. Memang prinsip jurnalistik yaitu proximitas selalu benar adanya. Saya memilih judul karena sama dengan nama daerah wisata gunung yang tak jauh dari Makassar dan tentu saja karena saya pernah ke sana. Tak ada kenangan buruk di tempat itu, jadi saya akan ingat.

Balik lagi ke soal lagu. Setelah menunggu sambil masak mie, bersih-bersih kamar, cuci baju, menolong tetangga yang cantik nan seksi membuang sampah, akhirnya donlotan yang tak sampai 4 mb itu selesai juga. Saya langsung putar, kebetulan speaker butut dengan denguangan bass yang ciamik sudah terhubung dengan lappy.

Intronya sungguh menggoda, petikan gitar yang jernih dan menjanjikan, dalam hati saya menggerutu riang. Saat suara vocal masuk saya sedikit kecewa, kedengarannya mirip dengan gaya bernyanyinya si band sok keren Alexa. Hehehe.

Ah…saya jatuh cinta dengan lagu ini. Membuat hayalan bisa ke mana-mana. Saat mendengarkan, saya berbagi dengan RR betapa nyamannya mendengar lagu ini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih telah karena ia telah mengenalkan saya dengan band ini. RR bilang dia hanya suka band dengan konsep akustik, saya tak mengerti soal genre dan bukan tak punya banyak kata tentang jagad musik.

RR dari Toraja, ia sedang kuliah saat ini dan senang membaca.  Koneksi terputus, dan berpisahlah kami. Tak tau bagaimana cara menghubunginya lagi. Sejam yang menyenangkan, pikirku.

Saya kemudian mengkhayal ditemani bisikan di telinga suara “mari rasuk- mari rasuk”…..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 23 Mei 2014

Tentang RR dan The Trees and The Wild

Pada suatu siang yang lowong ditemani laptop butut dengan koneksi yang masyallah lambatnya, saya bertemu dengan seseorang di dunia maya. Di sudut sunyi tanpa hiruk pikuk pemirsa fb dan laman sejenisnya yang tengah sibuk membicarakan siapa pendamping jokowow di bursa transfer presiden yang akan memantati seluruh warga negara, saya bertemu dengan RR. Siapa dia? Saya juga tidak mengenalnya. Saya hanya tertarik dengan selera musiknya, saya bertanya dan ia menjawab. Saat dia bertanya saya menjawab. Seperti itulah hubungan pertemanan yang berjalan satu jam ini.

Ia menyodorkan satu band, indie katanya dari Bandung. Tak ada salahnya mencoba, saya pun mencari ‘The Trees and The Wild’ di google. Selang beberapa detik saya menemukannya di soundcloud. Tanpa pikir panjang soal koneksi dan kuota yang lagi cekak, saya download satu lagu, judulnya ‘malino’. Memang prinsip jurnalistik yaitu proximitas selalu benar adanya. Saya memilih judul karena sama dengan nama daerah wisata gunung yang tak jauh dari Makassar dan tentu saja karena saya pernah ke sana. Tak ada kenangan buruk di tempat itu, jadi saya akan ingat.

Balik lagi ke soal lagu. Setelah menunggu sambil masak mie, bersih-bersih kamar, cuci baju, menolong tetangga yang cantik nan seksi membuang sampah, akhirnya donlotan yang tak sampai 4 mb itu selesai juga. Saya langsung putar, kebetulan speaker butut dengan denguangan bass yang ciamik sudah terhubung dengan lappy.

Intronya sungguh menggoda, petikan gitar yang jernih dan menjanjikan, dalam hati saya menggerutu riang. Saat suara vocal masuk saya sedikit kecewa, kedengarannya mirip dengan gaya bernyanyinya si band sok keren Alexa. Hehehe.

Ah…saya jatuh cinta dengan lagu ini. Membuat hayalan bisa ke mana-mana. Saat mendengarkan, saya berbagi dengan RR betapa nyamannya mendengar lagu ini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih telah karena ia telah mengenalkan saya dengan band ini. RR bilang dia hanya suka band dengan konsep akustik, saya tak mengerti soal genre dan bukan tak punya banyak kata tentang jagad musik.

RR dari Toraja, ia sedang kuliah saat ini dan senang membaca.  Koneksi terputus, dan berpisahlah kami. Tak tau bagaimana cara menghubunginya lagi. Sejam yang menyenangkan, pikirku.

Saya kemudian mengkhayal ditemani bisikan di telinga suara “mari rasuk- mari rasuk”…..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar