Jumat, 25 Oktober 2013

Di mana Pencerita Lebah?


Jenny
Hari-hari di sini semakin membosankan. Di mana kah kau pencipta cerita lebah? Di kota ini semua yang kulakukan hampir sama. Walau membosankan, saya ingin bertahan. Tidak tahu sampai kapan. Saya rindu rumah, saya rindu mama, saya rindu bapak. Mereka tinggal berdua di rumah papan itu. Saya semakin rindu kalau hujan seperti ini, karena rumah selalu hangat oleh mereka.

Hei pencerita, kau masih hidup bukan? Kemarin saya mimpi soal kau. Saya juga berbincang dengan teman tentang dirimu. Untuk sesaat kenangan dulu memanjat ke permukaan. Kau ingat Mou? Dia akan sukses di Inggris. Kau membencinya? Hahahaha. Kita tetap rival dalam urusan sepakbola.

Saya tidak tau kita memang dekat atau tidak. Tapi kurasa musim hujan beberapa tahun yang lalu, kita lalui dengan baik sebagai pengangguran angkatan baru.

Semoga kau sehat-sehat saja. Saya sedang bosan. Semoga bisa bertemu denganmu. Saya rindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 25 Oktober 2013

Di mana Pencerita Lebah?


Jenny
Hari-hari di sini semakin membosankan. Di mana kah kau pencipta cerita lebah? Di kota ini semua yang kulakukan hampir sama. Walau membosankan, saya ingin bertahan. Tidak tahu sampai kapan. Saya rindu rumah, saya rindu mama, saya rindu bapak. Mereka tinggal berdua di rumah papan itu. Saya semakin rindu kalau hujan seperti ini, karena rumah selalu hangat oleh mereka.

Hei pencerita, kau masih hidup bukan? Kemarin saya mimpi soal kau. Saya juga berbincang dengan teman tentang dirimu. Untuk sesaat kenangan dulu memanjat ke permukaan. Kau ingat Mou? Dia akan sukses di Inggris. Kau membencinya? Hahahaha. Kita tetap rival dalam urusan sepakbola.

Saya tidak tau kita memang dekat atau tidak. Tapi kurasa musim hujan beberapa tahun yang lalu, kita lalui dengan baik sebagai pengangguran angkatan baru.

Semoga kau sehat-sehat saja. Saya sedang bosan. Semoga bisa bertemu denganmu. Saya rindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 25 Oktober 2013

Di mana Pencerita Lebah?


Jenny
Hari-hari di sini semakin membosankan. Di mana kah kau pencipta cerita lebah? Di kota ini semua yang kulakukan hampir sama. Walau membosankan, saya ingin bertahan. Tidak tahu sampai kapan. Saya rindu rumah, saya rindu mama, saya rindu bapak. Mereka tinggal berdua di rumah papan itu. Saya semakin rindu kalau hujan seperti ini, karena rumah selalu hangat oleh mereka.

Hei pencerita, kau masih hidup bukan? Kemarin saya mimpi soal kau. Saya juga berbincang dengan teman tentang dirimu. Untuk sesaat kenangan dulu memanjat ke permukaan. Kau ingat Mou? Dia akan sukses di Inggris. Kau membencinya? Hahahaha. Kita tetap rival dalam urusan sepakbola.

Saya tidak tau kita memang dekat atau tidak. Tapi kurasa musim hujan beberapa tahun yang lalu, kita lalui dengan baik sebagai pengangguran angkatan baru.

Semoga kau sehat-sehat saja. Saya sedang bosan. Semoga bisa bertemu denganmu. Saya rindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar